Minggu, Agustus 02, 2009

Jangan Asal Memvonis Asam Urat

Nyeri sendi belum tentu karena gangguan asam urat. Waspadalah, karena bisa jadi itu merupakan penyakit yang mematikan.

JANGAN dulu gegabah menduga nyeri sendi yang Anda alami akibat gangguan asam urat. Dari 100 jenis rematik yang memiliki gejala-gejala yang mirip, hanya 7% yang disebabkan oleh artritis gout (nama penyakit rematik yang disebabkan oleh asam urat). Inilah yang menyebabkan kita sulit membedakan jenis rematik yang satu dengan yang lain. "Bahkan dokter umum dan spesialis pun kurang tepat dalam mendiagnosanya," ungkap Guru Besar Divisi Reumatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI, Prof. DR. Dr. Harry Isbagio, SpPD-KR, K-GER dalam media edukasi yang digelar oleh Wyeth di Jakarta belum lama ini.

Namun begitu, sebaliknya, jangan pula mengabaikannya. Sebab, bisa jadi itu adalah gejala Rheumatoid Arthritis (RA), sejenis penyakit rematik yang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Jadi, tandas Harry, agar tidak salah dalam menentukan penyakit yang tepat, sebelum terlambat, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter agar segera dilakukan penanganan yang tepat.

RA merupakan salah satu penyakit rematik yang sebenarnya prevalensinya di Indonesia tidak terlalu tinggi, akan tetapi penyakit ini sangat progresif. Akibatnya, apabila tidak diobati dengan benar, maka dalam waktu singkat (yaitu sekitar 2 tahun) akan terjadi cacat sendi permanen.

Tentang RA

Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun, yaitu suatu reaksi sistem imun yang menyerang jaringan tubuh sendiri karena terjadinya gangguan pada fungsi normal dari sistem imun tersebut.

RA menyerang banyak orang di seluruh dunia dan dapat menyerang semua jenis etnik dan semua golongan umur. Di seluruh dunia, RA menyerang sekitar 0,3% - 2,0% orang, dengan jumlah tertinggi di Pima, India (5,3%), dan suku Indian (6,8%). Sebaliknya, penyakit ini tergolong paling rendah di Cina dan Jepang.

Sementara itu, jumlah penderita RA di Amerika Serikat mencapai 2 juta orang, dan setiap tahun kasusnya bertambah sebanyak 70 kasus tiap 100.000 orang. Jumlah orang yang terkena penyakit ini cenderung menurun di Eropa, Amerika Utara dan Jepang selama 50 tahun belakangan ini. Data tahun 2004, diperkirakan terdapat 2 juta orang menderita RA di Indonesia dan sekitar 200.000 orang di Malaysia.

Yang paling banyak menjadi 'sasaran' penyakit ini adalah orang yang berusia 40-60 tahun. Kaum perempuan lebih rentan terserang penyakit ini ketimbang laki-laki. Faktor keturunan memengaruhi terpicunya RA. Risiko terserang penyakit ini 3,5 kali lipat lebih tinggi pada anak kembar satu telur dibanding kembar dua telur.











Gejala

Gejala RA biasanya terjadi secara bertahap, yaitu dimulai dengan nyeri dan kekakuan pada satu sendi atau lebih. Umumnya pasien menyadari hal ini pertama kalinya pada jari-jari tangannya. Pada taraf awal, biasanya jarang terjadi pembengkakan sendi. Hal ini baru terlihat beberapa bulan setelah timbul rasa nyeri dan kaku.

Sendi yang paling sering diserang RA adalah sendi pergelangan tangan dan pangkal sendi buku jari tangan. Meskipun demikian, sendi-sendi lain di tubuh juga bisa terkena, yaitu sendi leher, bahu, siku, pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan sendi-sendi kecil di buku-buku jari kaki.

Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda dari satu orang ke orang yang lain. Ada yang hanya merasakan kekakuan sendi pada pagi hari, yang makin lama makin parah tanpa disertai rasa nyeri atau sakit, ada yang mengalami bengkak di sendi yang makin lama makin parah, tetapi tanpa rasa nyeri. Dan orang lain lagi, menderita kaku dan nyeri pada sendi yang hilang timbul.

Pada pasien yang lebih tua, kadang-kadang gejala RA hanya bermula dengan sakit dan kekakuan otot, terutama di bahu dan pinggul. Nyeri yang tidak khas ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum terjadi pembengkakan di sendi.

Gejala yang diderita seseorang bisa hilang timbul, tergantung dari derajat peradangan yang terjadi. Yang harus diwaspadai adalah terjadinya peradangan pada sendi. Ini adalah ciri khas RA yang dapat mengakibatkan hilangnya bentuk dan fungsi sendi, timbulnya nyeri, kaku dan bengkak. Semua kondisi ini pada akhirnya dapat mengarah pada terjadinya kerusakan dan kehilangan fungsi sendi yang bersifat permanen.

Selain itu, RA dan penyakit penyertanya (komorbiditas) bahkan dapat menyebabkan kematian dini. Ini lantaran pada kasus RA dengan tingkat keparahan yang berat dapat menyerang organ-organ penting, seperti mata, paru-paru, atau pembuluh darah.

Penyebab

Penyebab pasti RA hingga kini belum diketahui, tetapi banyak faktor yang dianggap sebagai biang keladi penyebabnya. Berbagai hal yang diduga menyebabkan timbulnya penyakit RA antara lain adalah faktor genetik, faktor pencetus seperti lingkungan, infeksi, hormon dan sebab-sebab lainnya.

"Faktor keturunan saja tidak pasti menyebabkan seseorang menderita RA", kilah Harry. "Misalnya, jika seseorang menderita RA, maka risiko bahwa saudaranya juga terserang RA hanya sekitar 2-3%."

Para peneliti Amerika Serikat dan Eropa telah meneliti lebih dari 1000 keluarga, yang mempunyai dua anak atau lebih yang menderita RA. Dari penelitian itu ditemukan bahwa gen yang diduga menjadi penyebab RA adalah gen HLA-DR4. Meskipun demikian, para ahli percaya bahwa masih ada gen-gen lain yang memengaruhi berkembangnya penyakit ini, seperti misalnya gen PTPN22 dan 2 gen tambahan lainnya.

Infeksi virus dan bakteri diduga merupakan faktor yang mencetuskan penyakit ini, tetapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti jenis virus atau bakteri mana yang menjadi penyebabnya. Kendati begitu, diduga beberapa mikroorganisme penyebab infeksi yang dianggap menjadi faktor RA adalah Mycoplasma, Erysipelothhrix, virus Epstein-Barr, parvo virus B 19 dan virus rubella. Hal penting yang perlu kita pahami adalah bahwa meskipun infeksi bisa mencetuskan RA, namun infeksi tersebut tidaklah menular seperti penyakit infeksi biasa.

Dari hasil penelitian yang ada belakangan ini, makin jelas bahwa faktor-faktor genetik juga berinteraksi dengan faktor-faktor lingkungan lain, misalnya merokok. Juga adanya faktor hormonal.

Mari peduli!

Harry mengimbau kepada masyarakat, keluarga serta penderita RA untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit RA agar dapat mencegah terjadinya kecacatan dan penurunan kualitas hidup akibat penyakit ini. Sebab, RA yang berlangsung dalam waktu cukup lama tanpa pengobatan yang memadai dapat menyebabkan kelainan bentuk pada persendian dan menimbulkan peradangan kronis pada persendian yang menyebabkan kecacatan dan hilangnya mobilitas serta fungsi persendian.

Diagnosis RA ditegakkan dari gejala penyakit dan didukung oleh pemeriksaan laboratorium dan radiologis. Umumnya pasien mengeluh nyeri dan kaku sendi pada pagi hari yang berlangsung selama 60 menit. Nyeri dan kekakuan sendi ini berlangsung hampir setiap hari dan seringkali pula disertai kemerahan pada sendi yang nyeri tersebut. Sendi yang terkena pun cukup khas, karena seringkali menyerang sendi-sendi kecil seperti sendi pada tangan dan pergelangan tangan dan umumnya terjadi secara simetris, yaitu menyerang bagian kanan dan kiri tubuh.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kelainan pada parameter-parameter yang menunjukkan peradangan seperti terjadinya peningkatan laju endap darah dan peninggian kadar creative protein (CRP). Pada tahap dini, pemeriksaan radiologis belum menunjukkan kelainan yang berarti.

Terdapat berbagai macam pengobatan RA yang bertujuan untuk mengurangi peradangan dan nyeri sendi, memaksimalkan fungsi sendi, dan mencegah pemburukan kerusakan dan kelainan bentuk sendi. Tindakan medis yang tepat dapat menghasilkan perbaikan pada RA. "Tata laksana pengobatan RA secara dini dapat memperbaiki fungsi, menghentikan kerusakan pada sendi dan mencegah ketidakmampuan untuk bekerja", kata Harry. Salah satu terobosan pengobatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan biologic agent seperti Etanercept.

Etanercept merupakan obat biologis yang menangkap atau menghambat suatu protein dalam tubuh yang dinamakan tumor necrosis factor alpha atau TNF alpha. Jika dibiarkan TNF alpha menyebabkan peradangan pada persendian. Etanercept secara efektif mengikat (menangkap) TNF alpha dan dengan demikian menghambat terjadinya peradangan. Dengan pemakaian etanercept yang tepat, gejala RA dapat secara signifikan dan seringkali secara cepat membaik.

Mengingat penyakit RA merupakan penyakit autoimun yang berlangsung lama, seyogyanya pengobatan dengan obat biologis harus dilakukan dalam waktu yang cukup lama pula. Jadi sangat tidak tepat jika obat biologis digunakan secara singkat. "Kunci keberhasilan pengobatan RA ialah diagnosa dini dan pengobatan awal yang progresif, yaitu sesegera mungkin menggunakan obat pengubah perjalanan penyakit (DMARD = Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs) bila diagnosa telah diitegakkan", tegas Harry.

RA merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol sampai tercapainya tingkat remisi (sembuh sementara), di mana gejala penyakit terutama terjadinya kerusakan sendi dapat dihentikan.

Perawatan yang optimal untuk penyakit RA melibatkan kombinasi dari obat-obatan, istirahat, latihan-latihan yang menguatkan sendi, perlindungan sendi serta pendidikan bagi pasien dan keluarga. Perawatan disesuaikan menurut banyaknya faktor-faktor seperti keaktifan penyakit, tipe-tipe sendi yang terlibat, kesehatan umum, dan umur pasien. Perawatan yang terbaik harus melibatkan kerjasama yang erat antara dokter, pasien, dan anggota-anggota keluarga. Dengan demikian, pengobatan secara tepat dapat mencegah kecacatan dan penurunan kualitas hidup pada penderita RA.

Healtylife
Edisi 07/VIII - Juli 2009

Mempercepat Sembuh dengan Terapi Taman

Selain meredam polusi udara, tanaman bisa dimanfaatkan pula untuk meredam polusi hati dan mempercepat penyembuhan

KALAU Anda perhatikan, hampir semua rumah sakit, beberapa klinik dan pusat-pusat terapi kesehatan yang ada kini memiliki taman. Setidaknya, meski kecil, ada area yang ditanami oleh pepohonan dan bunga. Tentu saja ini bukan tanpa maksud. Selain memang untuk meredam polusi udara di tempat-tempat itu, pepohonan tersebut ditanam untuk mempercepat pemulihan pasien atau bahkan sebagai salah satu unsur penyembuhan (healing garden).

Tanaman bisa menjadi penyembuh? Mari kita tengok ke belakang. Pelukis kenamaan Perancis, Claude Monet, semula adalah pengidap depresi berat yang membuatnya merasa hidup segan mati tak mau. Ketika suatu hari ia merasakan kedamaian hati saat berjalan-jalan di kebun rumahnya, ia pun kemudian sering melakukan hal itu. Efeknya, penyakit jiwa Monet akhirnya sembuh. la pun melukis kebunnya itu sebagai salah satu karyanya yang hingga kini masih meneduhkan hati para penikmatnya.

Di Jepang, Taman Zen sejak dulu digunakan sebagai bagian dari pemulihan jiwa. Begitu pun taman-taman di tempat pertapaan religius. Namun, ketika kedokteran modern mendominasi dunia pengobatan, perlahan pemanfaatan taman sebagai bagian dari terapi pemulihan tersingkirkan. Untunglah, kesadaran itu kini muncul kembali seiring perkembangan ilmu kedokteran holistik.












Gelombang Alfa

Kekuatan penyembuh taman atau pepohonan tersebut menarik para ahli untuk memperdalam hal itu. Roger Ulrich, salah satunya, seorang guru besar dan direktur The Center for Health Systems and Design at Texas A & M University, Amerika. Dalam penelitiannya ia menyimpulkan bahwa menikmati pemandangan alam atau unsur-unsur alam bisa memulihkan stres karena menimbulkan perasaan positif dan mengurangi perasaan negatif. Di sana secara efektif orang betah mencurahkan perhatian dan minatnya sehingga bisa mengurangi dan menghambat pikiran-pikiran stres.

Ulrich mencatat dalam penelitiannya bahwa para responden penelitiannya mengalami gelombak otak Alfa (8-12 Hertz) ketika mereka memandang kehijauan. Sebaliknya bila mereka disuguhi pemandangan khas perkotaan seperti tembok bangunan dan aspal jalan raya, gelombang otaknya berpindah ke Beta (12,1-100 Hertz).

Gelombang otak Alfa ini menandakan keadaan otak yang relaks, seimbang, dan lebih 'tajam' Bila secara teratur berada di dalam gelombang Alfa, sudah terbukti tubuh lebih sehat dan pikiran lebih awas. Artinya orang bisa lebih produktif dan kreatif dalam berkarya dan jarang jatuh sakit.

Itulah pula keadaan keadaan hening yang dicapai oleh para praktisi meditasi. Dalam riset lanjutannya, Ulrich menunjukkan para pasien bedah yang disuguhi pemandangan alam, menjalani perawatan pasca operasi yang lebih pendek, mendapat keluhan paling minim dari para perawat, dan membutuhkan lebih sedikit obat nyeri, serta mengalami komplikasi pasca bedah lebih sedikit ketimbang mereka yang disuguhi pemandangan tembok yang 'dingin'.

Dalam bukunya, Restorative garden: the Healing Landscape, dokter ahli imunologi, Richard Kaufman, MD, pembantu guru besar di Yale University School of Medicine dan seorang ahli anggrek, mengatakan bahwa kehijauan alam memberi kita rasa aman karena secara alamiah mengingatkan akan unsur-unsur kehidupan air, makanan, dan tempat berteduh. Dengan kata lain merangsang pikiran positif. Di dalam bidang kedokteran baru psiko neuro imuno endokrinologi, kini sudah terbukti betapa pengaruh pikiran positif dapat meningkatkan kekebalan dan membanjiri tubuh kita dengan zat-zat biokimiawi yang menyehatkan.

























Peneduh jiwa

Bila Anda tinggal dan bekerja di wilayah perkotaan, cobalah sesekali rasakan bedanya antara memandang tembok demi tembok bangunan tanpa selipan satu batang pohon pun dengan rumah-rumah yang ditamani pohon. Lalu, manakah pula yang membuat Anda merasa lebih betah, jalan raya bebas hambatan atau jalan pedesaan yang di kanan kirinya diteduhi deretan pohon dan pemandangan sawah ladang yang hijau?

Selain secara jasmaniah kita bisa menghirup udara lebih segar karena kaya akan oksigen dan minimal polusi karena terserap oleh tanaman, kehijauan pun tak terbantahkan meneduhkan perasaan kita. Tak heran bila beberapa penelitian mencatat bahwa menanam tanaman bisa menurunkan tekanan darah, mengurangi nyeri, memulihkan stres, menggairahkan
mood, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Jadi, dari pengalaman langsung dan tanpa mengacu pada penelitian ilmiah pun kita semua bisa merasakan keteduhan dari tanaman, bukan? Bila Anda menyukai tanaman dan memeliharanya di rumah Anda, tentu Anda dapat langsung merasakan bahwa tanaman tidak sekadar menghias rumah Anda. Lebih-lebih mereka yang gemar bertanam mungkin bisa lebih dalam merasakan betapa ajaibnya melihat benih bertunas, lalu tumbuh, berbunga dan berbuah.

Tumbuh, layu, gugur, dan bertunas lagi adalah peristiwa alam dan siklus kehidupan kita pula. Peristiwa itu bisa mengingatkan kita pada ketentuan alam bahwa tak ada yang permanen dan segala sesuatu ada 'waktunya'. Bila Anda sedang risau akan masalah yang tak tertanggungkan, cobalah cari keteduhan jiwa dalam kehijauan alam. Anda bisa menyadari bahwa masalah itu pun tidak akan selamanya di sana. Segala sesuatu berganti seperti daun-daun itu.

Nah, alangkah beruntungnya bila Anda bisa sering mengunjungi taman di dekat rumah. Apalagi bila memiliki taman sendiri di rumah sehingga setiap saat bisa mengunjunginya. Atau bila hobi berkebun, Anda bisa merasakan interaksi langsung dengan tanaman, merasakan kebahagiaan menyentuh tanah, menyemai benih, dan memanen hasilnya. Kalau pun tidak tersisa lahan di rumah Anda dan tidak ada ruang hijau di lingkungan sekitar, Anda masih bisa mengambil unsur taman ke dalam rumah Anda. Misalnya, dengan menempatkan tanaman dalam pot di dalam rumah atau bahkan hanya dengan merangkai bunga-bunga segar di dalam vas.

Kuncinya adalah menghadirkan sebisa mungkin unsur-unsur alam ke dekat diri Anda. Sebab, ibarat air adalah habitat ikan, alam terbuka adalah habitat asli kita. Maka berada di antara kehijauan tanaman di dalam kebun atau taman bisa mengembalikan kita pada kesejatian ruang kita. Itulah pula mungkin yang menyebabkan tubuh kita pun bereaksi positif ketika kita dekat dengan kehijauan alam.

Patrice Bouchardon, penulis buku, The Healing Energies of Trees, menegaskan, tiap pohon memiliki dan menyebarkan energi tertentu yang berpengaruh positif terhadap kesehatan raga, jiwa, dan sukma kita. Oleh karena itu, berjalan-jalan di antara pepohonan seperti berjalan menyelami belitan akar-akar emosi dan pikiran kita sendiri. Bila sering berada di antara kehijauan alam, kita akan bisa menjalin keintiman dengan diri sendiri ini.

Sekarang, tak ada lagi alasan untuk tidak melestarikan lingkungan.

=================
Kiat menanam pohon


Menanam pohon tentu saja tidak sembarangan, apalagi kalau memang ada tujuan sebagai sarana terapi. Penanaman yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik pula. Jangan sampai menanam pohon yang pertumbuhannya dan proses perawatannya malah membuat kita sendiri stres, sehingga efek terapeutiknya menjadi hilang. Untuk itu, inilah beberapa tips dalam menanam pohon yang tepat:

1. Sebelum menggali tanah, hubungi pelayanan masyarakat seperti PLN, PAM, atau Telkom untuk mengidentifikasi apakah terdapat pipa atau kabel di dalamnya.

2. Gali lubang dua kali lebih lebar dari diameter batang pohon dan sedikit lebih dalam dari panjang akar. Buat sisi-sisi dan dasar lubang tidak rata sehingga akar dapat dengan mudah masuk ke dalam tanah.

3. Dengan pohon dalam pot, secara perlahan pindahkan pohon dari wadahnya. Baringkan pohon di sisi lubang. Pukul dasar dan sisi wadah hingga akarnya terlepas. Untuk pohon yang terbungkus karung goni, lepaskan tali atau kabel yang mengikat bungkus akar. Sangat penting untuk melepaskan bungkus secara keseluruhan. Ujung akar akan segera mati begitu terkena cahaya dan udara, jadi benamkan ke dalam tanah dengan segera.

4. Letakkan akar di dalam lubang. Biarkan bagian teratas dari akar berada 1 hingga 2 sentimeter di atas tanah, pastikan Anda tidak menguburnya kecuali akar terekspos sinar atau udara. Jangan membenamkan pohon terlalu dalam. Ketika Anda menambah tanah untuk mengisi bagian yang kosong di sekitar pohon, segera padatkan tanah untuk membuang kantong udara yang terjebak di dalamnya, atau tambahkan air untuk membantu mengendapkan tanah. Buatlah tanah di sekitar pohon tersebut membentuk mangkuk untuk memaksimalkan masuknya air setelah penanaman. Pohon dengan akar yang kering tidak bisa menyerap air.

5. Tutup sekeliling pohon tersebut dengan mulsa (rumput atau dedaunan kering) secara merata.

6. Tergantung pada ukuran pohon dan kondisi lahan, menopang tanaman mungkin diperlukan. Tujuannya adalah menopang batang pohon sehingga akarnya benar-benar kokoh. Penopangan ini terap harus memungkinkan pohon untuk bergerak. Setelah pohon tersebut kokoh, lepaskan semua penopang. Jika tidak, penopang tersebut justru dapat mengikat pohon tersebut, dan memotong batang dan sewaktu-waktu membunuh pohon tersebut.

Healtylife
Edisi 07/VIII - Juli 2009

Sabtu, Agustus 01, 2009

Bluesy me - blues collection









50 mp3s | 128khz| 200mb

-Am I wrong - Keb' Mo'
-Bad Luck Blues - Joe Louis Walker
-Better Not Look Down - B.B.King
-Blues after hours
-Blues At Sunrise - Gary B.B. Coleman
-Born in Mississippi - Joe Louis Walker
-Chains and Things - B.B.King
-Change My Ways - Joe Louis Walker
-Cold day in hell - Gary Moore
-Cold, Lonely nights
-Colin James - Cadillac(Baby)
-Cry, Cry darling
-Cryin' And Thinkin - Gary B.B. Coleman
-Do The Walkin' - Joe Louis Walker
-Don't Answer The Door - B.B.King
-Don't say that no more
-Dust My Blues - Elmore James
-For Miss Caulker - Burdon
-Goin' Back To Florida - Little Mike
-Hit The Road - f. FAbrizzi & g. Lottoni
-Hoochy Coochy Man Waters
-How Blue Can You Get - E Wilson
-How Many More Nights - E. Wilson
-How much more long
-Howlin' wolf - Muddy waters
-Hummingbird - B.B.King
-I am the blues - Memphis slim
-I've Got The Blues For You - O. Peep
-Jimmy Reed - Cry Before I Go
-Little angel child
-Little Car Blues - Luther 'Houserocker' Johnson
-Lonely Room - Willie Hill
-Louisiana Bound - Gregg Smith
-Midnight believe - B.B.King
-Miss Celie's Blues - Jones
-Mother-in-law Blues - Little Mike
-Need Your Love so Bad (mertis Jun)
-Now Is The Right Time - R. Van Den Nieuwendi
-Pass The Biscuits Please - Andre Williams
-Paying The Cost to Be The Boss - B.B.King
-Playin' With My Friends(with Robert Cray) - B.B.King
-Potato Chips - Slim Gaillard
-Red House - Hendrix
-Since I've been Loving you Too long (Page, Plant, Jones)
-Spider in my stew
-Spoiled Rotten To The Bone - Jerry Mc Cain
-Still got the blues - Gary Moore
-Telephone Blues - Eddy Wilsons
-Texas flood - Stevie ray vaughan & Double
-The Duke Robillard Band - Love Slipped In

Dowload...
Mirror

Statistics for the Utterly Confused



































Statistics for the Utterly Confused
Lloyd R. Jaisingh, PhD | ISBN: 0-07-143094-6 | 337 pgs | 9 mb

For us to have an understanding of what the subject of statistics is all about, we need to introduce some terminology. First we will explain what we mean by the subject of statistics. Explanation of the term-statistics: Statistics is the science of collecting, organizing, summarizing, analyzing, and making inferences from data.

The subject of statistics is divided into two broad areas that incorporate the collecting, organizing, summarizing, analyzing, and making inferences from data. These categories are descriptive statistics and inferential statistics.

In order to obtain information, data are collected from variables used to describe an event. Explanation of the term-data: Data are the values or measurements that variables describing an event can assume.

Variables whose values are determined by chance are called random variables. There are two types of variables: qualitative variables and quantitative variables. Qualitative variables are nonnumeric in nature. Quantitative variables can assume numeric values and can be classified into two groups: discrete variables and continuous variables. A collection of values is called a data set, and each value is called a data value.
...
Download...
Mirror

Kamis, Juli 30, 2009

Lighting Photo Workshop























Lighting Photo Workshop
Chris Bucher | ISBN: 978-0-470-11433-9 | 305 pgs | 40 mb

After 10 years of helping photographers hone their skills on
photoworkshop.com, I’m thrilled to present this new line of
books in partnership with Wiley Publishing.

I believe that photography is for everyone, and books are
a new extension of the site’s commitment to providing an
education in photography, where the quest for knowledge is
fueled by inspiration. To take great images is a matter
of learning some basic techniques and “finding your eye.”
I hope this book teaches you the basic skills you need to
explore the kind of photography that excites you.
Download...
Mirror