Sabtu, Juli 11, 2009

"Narcotics Anonymous" dan Program 12 Langkah Pemulihan Adiksi Narkoba

AKHIR-akhir ini, tuntutan kehadiran suatu "sistem terpadu" guna membantu pemulihan para pecandu narkoba kian bertambah intens. Sayangnya kebanyakan sistem yang ditawarkan di berbagai pelosok negara kita masih sangat terbatas dalam cakupan pemahaman program dan pengalaman praktis dengan pecandu narkoba. Apa yang dinyatakan sebagai fakta dan apa yang seharusnya dilakukan sering menyesatkan dan tidak akurat.

Ada yang mengatakan "sistem yang terpadu" berarti sistem terapi medik, psikologis, dan religius yang mampu memerangi adiksi si pecandu. Hal ini tentunya merupakan logika mendasar dalam perawatan terapis/medis. Tetapi sistem seperti ini jarang menghadapi si penyalahguna atau si pecandu yang terpenjara di dalam dunia narkoba, atau mendefisinikan secara masuk akal tentang apa yang tercakup dalam proses pemulihan itu sebenarnya. Selain itu, "sistem yang tepadu" ini juga tidak menanggapi dan mengkonfrontasi krisis HIV/AIDS dan Hepatitis C yang telah menyerang, dan ini adalah teror yang membawa bencana kehancuran di negara kita saat ini.

Suatu cara yang lebih akurat untuk memahami sistem pemulihan yang terpadu dan proses pemulihan adalah dengan melihat pemulhan dari penyalahgunaan atau adiksi narkoba sebagai empat kelopak.

Keempat kelopak itu adalah fisik berupa detoksifikasi, mental yakni mempelajari cara untuk berpikir dengan jernih, emosional yakni mempelajari cara untuk merasakan dan memiliki emosi, spiritual/religius yakni percaya kepada Tuhan dan/atau roh dan menjalani kehidupan yang spiritual.

Anggapan yang ada di negara ini adalah pemulihan dari adiksi menuntut seorang pecandu dikirimkan ke suatu pusat atau sarana pemulihan tertentu. Padahal memasukkan sang pecandu ke suatu tempat (biasanya secara paksa) ke suatu pusat pemulihan hampir selalu menjadi sesuatu yang sifatnya sangat emosional dan memalukan bagi si pecandu dan keluarganya, selain juga sangat mahal.

Tetapi memang benar bahwa sarana dan pusat pemulihan merupakan kebutuhan pasti (dan keputusan tepat) bagi banyak pecandu yang menginginkan pemulihan serius dari adiksi narkoba. Tetapi menemukan sarana pemulihan--dengan spesialis yang terlatih dan berkualifikasi-- boleh dibilang mustahil saat ini. Lebih mustahil lagi untuk menemukan "spesialis narkoba" yang juga memiliki latar belakang pengetahuan tentang HIV/AIDS dan Hepatitis C.

Sekarang, kabar baiknya adalah "sistem yang terpadu" secara penuh mulai dari intervensi, detoksifikasi, program perawatan dan sebuah program pasca-perawatan yang solid baik bagi pecandu dan keluarganya sudah tersedia, dan semua ini tersedia tanpa dipungut bayaran.

Anda dapat menemukan "sistem pemulihan yang terpadu" ini di Narcotics Anonymous (NA)--Program 12 Langkah. Narcotics Anonymous masih terbilang baru di Indonesia. Pertemuan NA pertama kali di mulai tanggal 1 April 1997 di Jakarta Selatan. Kelompok NA ini terus menerus berkembang lewat akses alamat Internet http://www.na.org.

Sangat unik

Narcotics Anonymous mempunyai konsep dan tujuan utama membantu pecandu yang masih menderita karena adiksi narkoba. Keanggotaaanya terdiri atas pecandu. Tidak ada pemimpin di NA, dan semua kelompok dijalankan oleh para pecandu itu sendiri tanpa biaya apa pun. Jika ada biaya untuk sewa ruang pertemuan, kopi, teh, atau literatur, setiap kelompok secara penuh mendukung diri mereka sendiri untuk semua hal ini.

Program 12 Langkah dari Narcotics Anonymous telah dikenal di seluruh dunia sebagai program paling sukses. Jutaan pecandu menjadi "bersih dan waras" karena program ini.

Pecandu menolong pecandu adalah satu-satunya maksud dan tujuan NA. Juga NA membantu keluarga pecandu serta keluarga pecandu membantu keluarga lainnya. NA adalah organisasi yang berlandaskan keluarga dan komunikasi. Para anggota NA berkumpul bersama, mengadakan pertemuan, berbagi satu lama lain secara intim, dan membantu serta mendukung satu sama lain (siang maupun malam, tujuh hari seminggu) tanpa memikirkan imbalan apa pun.

Kehadiran program NA di Indonesia selayaknya jangan diremehkan. Di luar negeri NA telah memimpin pemulihan adiksi terhadap narkoba sejak awal tahun 1950-an. NA telah mapan di sekitar 120 negara.

Kelompok NA di daerah Jabotabek telah mengadakan konvensinya yang pertama tanggal 5 sampai 7 April,di Jakarta yang juga terbuka untuk umum, di Taman Mini, Jakarta. lni adalah konvensi NA yang kedua di Indonesia.

David dan Joyce Djaelani Gordon
Direktur Yayasan Hati Kita
Pusat dan Komunitas Pemulihan Narkoba Bogor

Kompas
Minggu, 15/04/01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar