Sabtu, September 12, 2009

Kehidupan Tahun 2099

Kembali ke Masa Depan


ROBOT SAPIENS --- Inilah rekaan dari sosok robot sapiens, robot berakal, yang mirip dengan manusia, homo sapiens.

PERKEMBANGAN teknologi komunikasi informasi sekarang sangat besar kemungkinannya untuk mengubah seluruh kehidupan kita di masa depan. Paling tidak, beberapa ahli sudah sepakat, tidak ada yang bisa menghindar atau terhindar dari perkembangan teknologi sekarang ini, termasuk robotik (Kompas, 6/7), yang sekarang terus dipacu dengan berbagai penemuan baru.

Memang ada perbedaan pendapat mengenai beberapa rincian yang masih perlu dirumuskan secara bersama, apakah teknologi akan mengabdi kepentingan manusia atau sebaliknya kita akan mengabdi kepada teknologi.

Namun, setidaknya sekarang menjadi semakin jelas kalau kita dan teknologi sekarang ini sama-sama berada dalam sebuah perkembangan baru, di mana masa depan saat ini sedang dibentuk bersama-sama.

Di bawah ini beberapa skenario kemungkinan yang akan terjadi pada kehidupan manusia tahun 2099.


MIRIP MANUSIA --- Robot mulai meninggalkan bentuknya yang konvensional dan kaku. Kini, robot dibuat mirip dengan manusia, menggunakan bola mata dan gigi.

Kelahiran

Memasuki abad ke-21 banyak orangtua yang khawatir terhadap anak-anak mereka yang menjadi kecanduan terhadap ponsel yang mempunyai berbagai fitur mulai dari SMS sampai chat di jaringan Internet. Namun, kekhawatiran ini akan hilang karena pada tahun 2055 berkat teknologi telepon 6G dengan perangkat foetalfone, perangkat gabungan komunikasi dan informasi untuk mendeteksi kelahiran.

Foetalfone dimasukkan ke dalam perut pada usia 90 hari sebelum waktu kelahiran, memungkinkan sang bayi mendengarkan suara orangtuanya, menenangkan si bayi kalau merasa terganggu atau gelisah, serta mengondisikan si bayi untuk terbiasa menggunakan perangkat komunikasi bergerak walaupun belum bisa berbicara.

Memang sang bayi tidak bisa langsung berkomunikasi, namun calon keluarganya bisa melihat bagaimana perkembangan si bayi pada sebuah layar datar digital yang menyalurkan gambar di dalam perut sang ibu, dan bisa disalurkan menggunakan jaringan Internet untuk "diperkenalkan" kepada anggota keluarga lain yang tempatnya berjauhan. Percobaan untuk "mendorong" sang bayi untuk bermain Tetris atau FreeCell memang selalu gagal!


MENGGUNAKAN SENSOR --- Tangan robot dilengkapi sensor yang sangat sensitif, sehingga memungkinkan robot memegang benda lunak tanpa merusaknya.

Kelas sendiri


Diperkenalkannya sistem pengeras suara kulit perut (abdominal skin speaker) dan ponsel kelahiran (foetalfone) pada pertengahan abad ke-21 juga membawa sebuah loncatan kuantum (quantum leap) terhadap pendidikan balita. Pada saat ulang tahun pertama, balita-balita masa depan ini sudah dikelilingi dengan berbagai sistem dan perangkat teknologi komunikasi informasi sehingga taman kanak-kanak tradisional yang sekarang kita kenal sudah diganti dengan sistem sekolah yang baru.

Kelas-kelas buat balita (dimulai pada saat berusia 12 bulan) yang dibimbing oleh seorang guru dilengkapi dengan sebuah perangkat laptop masa depan disebut Greenreads yang bisa diutilisasi sepenuhnya oleh para murid balita ini. Pada saat para murid masih harus belajar untuk menguasai komunikasi verbal, laptop Greenreads ini membantu para balita ini untuk mengembangkan koordinasi gerak mata maupun tangan dan sebuah layar LED akan terus-menerus menampilkan kemajuan perkembangan mereka.

Selain itu, gangguan di dalam kelas taman kanak-kanak masa depan ini juga sangat kecil berkat diperkenalkannya sistem kursi baru yang disebut Wastewatcher yang berfungsi bisa sebagai serbet untuk membersihkan mulut yang cemong, membersihkan tangan yang kotor, serta juga berfungsi untuk memonitor kondisi kesehatan si balita.


BONEKA ROBOT --- Mainan anak-anak, khususnya boneka, mulai dilengkapi dengan perangkat robot mainan yang bisa menggerakkan mimik dan berbicara.

Makan keluarga

Keluarga masih tetap akan menjadi unit terpenting pada abad ke-21. Kesatuan keluarga ini antara lain tercermin dari adanya kebiasaan untuk makan bersama dan lain sebagainya. Namun demikian, keutuhan kebersamaan keluarga ini, terutama pada saat-saat jam makan di mana seluruh anggota keluarga duduk bersama dalam satu meja makan, sering kali terganggu dengan semakin benderangnya hiburan informasi dan multimedia. Untuk menjaga keutuhan keluarga ini, pada tahun 2048 para ahli terus-menerus berupaya keras untuk menjaga agar kebersamaan keluarga ini bisa tetap terpelihara, dan dimulai dengan duduk makan malam bersama.

Upaya ini bisa dilakukan di tengah bisingnya teknologi multimedia berkat sebuah alat pandang yang disebut I-Gog seperti kacamata multimedia. Menggunakan I-Gog, keluarga akan tetap bisa makan malam bersama, dan secara bersamaan tetap bisa mengakses jaringan Internet dari meja makan untuk memeriksa e-mail atau online chat dengan kawan. Atau, melalui I-Gog ini mereka bisa menonton televisi hologram, memeriksa pekerjaan rumah atau tugas dari sekolah, atau bermain videogame.

Sedangkan untuk menghidupkan komunikasi di antara anggota keluarga lain, mereka harus menyamakan gelombang siaran I-Gog untuk sama-sama melihat acara siaran langsung komedi Srimulat sambil menikmati jus multirasa atau minuman berenergi dengan rasa kafein.


LENGAN ROBOT - Lengan robot kini banyak digunakan dalam dunia kedokteran, khususnya dalam melakukan operasi. Gerakan lengan robot yang bisa diprogram secara sangat akurat, memungkinkan operasi dilakukan secara lebih baik.

Makam multimedia

Menghormati orang yang telah meninggal dunia pada abad ke-21 juga akan mengalami perubahan yang cepat dan pesat dengan penemuan kuburan multimedia yang disebut Gravewatch. Untuk menghormati dan mengenang orang-orang yang mereka cintai, di batu nisan terpampang sebuah monitor LCD serta sebuah alat pemeriksa mata yang disebut retinal scanner untuk mengidentifikasi anggota keluarga yang datang berkunjung. Di bawah batu nisan, ada sebuah pedal yang akan menghidupkan monitor LCD yang akan menayangkan cuplikan-cuplikan film tentang kehidupan orang yang telah meninggal tersebut.

Pedal tersebut juga berfungsi berapa lama mereka melihat tayangan cuplikan film tersebut. Selesai melihat tayangan cuplikan film, di layar monitor kemudian muncul sebuah pesan yang menginformasikan pengunjung makam bahwa sejumlah uang telah ditransfer dari saldo bank Internet mereka untuk membayar biaya pemeliharaan makam dan biaya administrasi lainnya. (rlp)

Kompas
Jumat, 03/08/01

1 komentar: